Daripada kita habiskan waktu mengutuk kegelapan, alangkah lebih indah jika kita memilih menyalakan lilin untuk menerangi kegelapan. Kiranya tepat ungkap kalimat tersebut, bahwa dalam memaknai hidup manusia tidak hanya mengkerdilkan dirinya untuk mengikuti arus, namun lebih baik jika melakukan perubahan yang nyata bagi lingkungan sekitarnya. Aktivitas kehidupan berakar kuat dari peran dan fungsi manusia sebagai diri dan makhluk yang butuh serta dibutuhkan orang lain. Kunci untuk memahami makna hidup yang sejati sesungguhnya adalah mengenali, memahami, mengerti dan memberikan makna bagi diri untuk kebaikan banyak orang. Seperti teori yang diungkapkan oleh Zulfikar Alimuddin (2012) tentang kontemplasi dalam memahami setiap dimensi kemanusiaan yakni reinvent, restore, reinforce, reduce dan replan. Beberapa tahapan kontemplasi tersebut dapat dilakukan seseorang untuk membangun kembali kekohohan dirinya untuk memberi manfaat lebih bagi lingkungan sekitar.
Revolusi diri penting dan perlu dilakukan jika seseorang mengalami kesulitan dalam hidup kaitanya dengan orientasi dan pegangan hidup. Reinvent merupakan tahapan untuk menemukan kembali diri sejati. Hal tersebut dimaksudkan untuk kembali menggali dan mengenal ketangguhan dan potensi yang dimiliki oleh seseorang, karena sekian lama terkubur, sehingga perlu langkah perencanaan kembali yang berdasar atas pemaknaan terhadap diri sendiri. Restoremerupakan tahapan memulihkan kembali kapasitas dan potensi yang tersimpan. Tahapan tersebut muncul setelah seseorang menemukan kembali diri senjati, selanjutnya adalah pemulihan terhadap kehebatan-kehebatan yang terpendam dan lama tertidur karena pengaruh ketidak percayaan terhadap diri.
Reinforceyakni tahapan memperkokoh kapasitas dan potensi diri. Hal tersebut penting untuk menjaga konsistensi dan nalar seseorang dalam membangun kualitas dirinya dengan jalan menjadikan potensi diri yang telah ditemukan dan dipulihkan untuk kemudian dikokohkan menjadi sikap hidup. Dimensi lain yang perlu dilakukan adalah reduce, yakni upaya untuk meningkatkan kelebihan dan mengikis kekurangan. Hal tersebut dilakukan untuk menunjukan performa positif dan gemilang dari seseorang dalam quality enrichment sebagai bekal hidup menatap masa depan, dan mengenali kekuranganya dengan mengikis habis menjadi pancaran energi baik dalam mengarungi kehidupan.
Puncaknya adalah replan, yakni tahapan dimana seseorang telah berhasil menemukan kembali kapasitas dan potensi dirinya, memulihkan, memperkokoh serta meningkatkanya. Beberapa hal tersebut menjadi bekal dalam melakukan perencanaan ulang dalam menggambar peta masa depan seseorang, sehingga berjalan dengan arah yang bijak dan bajik.
Selanjutnya, makna hidup yang sejati tidak hanya berkutat pada orientasi diri pribadi, melainkan pada kehadiran seseorang yang sarat makna dalam membangun dunia dan masyarakat. Proses tersebut tentu tidak instan, melainkan penting untuk memahami secara mendalam tentang visi yang perlu dibangun. Hope and Motivation merupakan pijakan bagi seseorang untuk beri kontribusi aktif bagi masyarakatnya. Seseorang lebih dahulu perlu memiliki harapan dan motivasi besar untuk berfikir tentang orang lain diluar dirinya. Kemudian pijakan tersebut dikuatkan dengan Plan a Head, yakni perencanaan penuh visi yang dibangun atas pemaknaan terhadap realitas dan permasalahan lingkungan sekitar.
Make your dots and doing good as investment adalah manifestasi yang tidak urung untuk ditinggalkan. Seseorang untuk mampu memberikan kontribusi aktif bagi masyarakat dapat dilakukan dengan berbuat baik sebagai investasi dan intens untuk meninggalkan jejak-jejak kebaikan yang berkesan dan bermanfaat bagi banyak orang. Selain itu yang terpenting adalah konsepsi grow with others, yang berarti sebuah upaya untuk melakukan perjuangan dan tumbuh bersama banyak orang.
Tumbuh bersama merupakan kritik terhadap egoisitas seorang ketika telah berada pada puncak kesuksesan hidup. Dirinya tidak berfikir untuk orang lain dan sibuk dengan kesuksesan pribadi. Orang yang hebat adalah pribadi yang mampu menghebatkan banyak orang, sehingga pada puncaknya kita akan memberikan pengaruh baik bagi orang lain dan mengukir prasasti hidup kita (Building Legacy) menjadi prasasti yang mulia dan dirindukan banyak orang. Karena disaat kita peduli dengan orang lain sejatinya kita sedang memahat prasasti (nisan) kita, agar kelak manusia menyadari bahwa dibawah nisan itu bersemayam jasad tanpa ruh yang bisa hancur kapanpun, namun jasa-jasanya tetap abadi selamanya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar