Ramadhan Menulis

Menikmati hikmah 'syahrul at tarbiyah' tidak sebatas dilakukan dengan menahan diri dari sesuatu yang membatalkanya. Selain menjalankan ibadah dengan totalitas seperti diungkapkan Raghib As-Sirjani dalam kitabnya Ramadhan wa Bina'ul Ummah. Menahan diri untuk tidak menjadi pribadi yang biasa merupakan bagian dari pendidikanya. Berupaya konsisten menjadi pribadi produktif dan pekarya harus integral dengan semangat beribadah disetiap detiknya. Seperti halnya konsepsi pendidikan Ki Hajar Dewantara yang membelajarkan tentang pendidikan bagi manusia, adalah melalui keseimbangan pendidikan hati, fikir dan laku, Ramadhan pun memberikan pembelajaran yang demikian. Dengan pendidikan laku (tarbiyah jasadiyah), pendidikan fikir (tarbiyah fikriyah) dan pendidikan hati (tarbiyah qalbiyah) yang berjalan beriringan selama bulan suci dapat membentuk karakter muslim yang terdidik secara spiritual, intelektual dan 'shaleh' sosial





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

@andi_assidqi