“ Kita adalah rajawali yang terlanjur percaya bahwa dirinya hanyalah seekor burung dara." Ungkapan tersebut sarat makna bagiku, mengingat selama ini sebagian kita merasa menjadi pribadi/bangsa yang tidak lebih gemilang dari bangsa-bangsa yang lain. Padahal sejatinya setiap manusia Indonesia memiliki self-hidden potential excellent, yang membuatnya menjadi aset tak ternilai harganya bagi kemajuan bumi pertiwi. Fasilitasi dan dukungan penuh cinta kasih lebih dibutuhkan mereka, dibanding perlakuan subversif yang mengarah pada pemaksaan kehendak, bahkan kekerasan.
Seperti dua sosok belia yang membuatku menghela nafas dalam dan menyibak dua mataku menjadi sembab berkaca. Sosok yang memiliki mimpi besar menjadi rajawali ditengah segala keterbatasan. Imam dan David, perjumpaan yang seketika sudah cukup memberiku inspirasi tentang perjuangan mereka. Gaya bicara, rentetan huruf yang berdempetan membentuk tutur kata bijak, dan candaan keduanya seakan menutup rapat permasalahan hidup mereka. David adalah seorang anak yang sejak lahir tidak mengenal orang tuanya karena ditelantarkan, dan terpaksa harus bekerja untuk kebutuhan hidupnya, sedang Imam berasal dari keluarga broken home dengan orang tua yang tidak pernah memberi nafkah lahir batin kepadanya. Namun, keduanya menjadi leader disekolah dan komunitas ekstra yang produktif dan berprestasi.
Pesan yang hendak ku tuliskan, sesederhana status yang (mungkin) enggan dibaca banyak orang ini. Bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk meraih mimpi gemilang. Bukan alasan untuk bermalas-malasan. Bukan ratapan tanpa harapan, bukan rintang yang membuatmu menjadi pecundang, dan bukan pula rintihan tanpa tindakan, sehingga berujung kesakitan dan penyesalan.
Pesan yang hendak ku tuliskan, sesederhana status yang (mungkin) enggan dibaca banyak orang ini. Bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk meraih mimpi gemilang. Bukan alasan untuk bermalas-malasan. Bukan ratapan tanpa harapan, bukan rintang yang membuatmu menjadi pecundang, dan bukan pula rintihan tanpa tindakan, sehingga berujung kesakitan dan penyesalan.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar