Program Unggulan GISAF

‘Menjadi Penulis Indigenous’ adalah visi evolutif terhadap hati, fikir dan laku yang dikampanyekan oleh GISAF dalam membentuk ‘Manusia Pribumi’. Dengan tagline--Pelatihan dan Workshop Melahirkan Generasi Penulis ‘Pribumi’—kami menawarkan konsep baru dalam berlatih menulis.
Sesunggunya semua kita kini rajin menulis—sedikit-sedikit bahkan menulis—mengenai segala hal disekitar kita. Namun tendensi yang kentara justru beraroma kebencian, permusuhan, merasa yang paling benar, saling menjatuhkan, hingga maki-makian. Nilai-nilai yang diyakini ‘penulis produktif’ ini entah berakar dari mana, yang jelas bukan berasal dari budaya dan kearifan lokal bangsa ini. Hilang sudah ajaran-ajaran gotong royong, tepa selira, toleransi, saling hormat-menghargai, musyawarah dlsb. Perlu didiagnosa ‘kelainan’ karakter ini dan dicarikan obatnya, sebelum bertambah parah.
Penting sebenarnya untuk melakukan kontekstualisasi pengetahuan tanpa mencerabut masyarakat dari budaya lokalnya, termasuk dalam urusan menulis. Menjadi penulis Indiginous berarti proses rekontruksi kesadaran, pemahaman hingga praksis menulis, yang sesuai dengan budaya dan nilai-nilai hidup masyarakatnya, dalam hal ini Nusantara. Seringkali kita kenal dengan cultural re–validation. Agar benar-benar kita tidak hanya merdeka secara politik, namun juga mampu mengembangkan ilmu pengetahuan dan karakter yg digali dari kemuliaan masyarakat kita.
Percayalah, ini bukan sekedar dodolan ‘syosyot’ atau ngecuprus begitu saja, apalagi GISAF konsisten TANPA TARIF. Lebih dari itu, tugas kita bersama adalah merawat dan meruwat tradisi adiluhung bangsa ini, sebelum benar-benar habis tergerus modernitas (yang bak candu, nikmat namun mematikan). Mari mendidik manusia yang mengIndonesia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

@andi_assidqi