Telaga Ngebel (10-12/03). Diberikan Tuhan kesempatan bersua dengan pemuda-pemudi hebat bumi Reog, Ponorogo. Menelusuri jejak keteladanan kisah Dewi Songgolangit, Prabu Kelono Sewandono (kerajaan Bantar Angin) dan Singo Barong (Kerajaan Lodaya), yang sesungguhnya mengajarkan banyak hal; Perjuangan, kegigihan, pengorbanan hingga kasih sayang kepada semua makhluk, melebihi sekedar kesenian dan ritual.
Menggali kekayaan budaya dan tradisi lokal, membentuk manusia indigenous (pribumi). Begitulah GISAF mencoba mengantarkan generasi muda membentuk karakternya dalam kehidupan, termasuk urusan menulis. Bahwa hati, fikir dan perilakunya haruslah berakar dari pengetahuan, kecintaan dan pelaksaan terhadap mandat kebudayaan. Bukan menjadi ‘alien’ yang kebetulan numpang hidup ditanah Nusantara.
Sehingga tidak justru meramaikan jagad literasi dengan kebohongan, kesombongan, kebencian, permusuhan, keberpihakan dan segala yang dilebih-lebihkan. Mereka kader harapan bangsa, hadirnya teramat penting dibanding kita yang barangkali gagal mengenali siapa diri kita sendiri.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar