Cerita Wisuda I

Kemarin (25/01) tuntas sudah mandat Bapak aku laksanakan, setelah 21 bulan belajar & berjuang. Pesan dihari-hari terakhirmu, agar orang desa yang biasa-biasa saja sepertiku bisa meraih gelar Master. Barangkali ini pencapaian yang juga biasa-biasa saja bagi banyak orang, dan bahkan terlalu mainstream. Karena teramat banyak pemuda se-usiaku yang justru memiliki karir akademik yang gemilang.
Bahagiaku menambah kesyukuranku atas segala anugerah & nikmat yang Allah berikan. Terutama kau wariskan perempuan yang ku kagumi melebihi kekagumanku pada siapapun, setelah panutanku dalam beragama. Ibu yang telah 26 tahun ini mengalirkan doa-doa, cinta & kasih sayang yang tiada putus untukku. Segalanya tak akan mampu ku balas, bahkan sampai mati sekalipun.
Ucap syukur ku haturkan pula untuk orang-orang terkasih, yang lahir-batin ikhtiarnya tercurah setiap-saat padaku. Mas Zacky Al-aman Mangkunegoro , Ade Fifiya Sya'afatul Khairiyah dan Arinun I'lma. Kepada Guru-Guruku di Magister Linguistik, yang paham dan pengetahuanku hanya setetes dari lautan ilmu yang beliau sekalian miliki.
Bapak, kemarin ku yakin kau hadir. Meski dalam ke-maya-anmu, dan keterpisahan dimensi kita berdua. Anakmu menjadi salah satu wisudawan terbaik di Fakultas Ilmu Budaya (FIB) dan Magister Linguistik UNDIP (dengan IPK Tertinggi). Meski hanya atribusi, dan entah pantas atau tidak ku menerimanya, semoga Bapak tersenyum dan bahagia mendengarnya. Amin...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

@andi_assidqi