Pelantikan BEM dan HMJ FITK UIN Walisongo

Perspektif orientalisme peradaban asing justru telah mematikan identitas ilmu pengetahuan dan karakter bangsa ini. Sungguh, sejatinya kita hanya merdeka secara politik, namun gagal mengembangkan ilmu pengetahuan dan karakter yg sesuai dengan kekayaan masyarakat kita.
Daruratnya terobosan baru dalam proses produksi pengetahuan untuk memahami masyarakat dan kebudayaan, dengan perangkat-perangkat yg lebih membumi dan paradigma baru. Nalar ilmiah dan karakter manusia yg tidak melihat masyarakat sebagai sesuatu yg terasing dari lokalitasnya.
Manusia indigenous (pribumi) masih memegang teguh “adat sebenar-benarnya adat” sebagai unsur utama kebudayaan, meskipun mengalami gempuran yang deras dari peradaban asing. Konsep indigenous mencakup unsur-unsur spiritual, emosi, mental dan fisik manusia yang menjadi satu kesatuan utuh.
Manusia indigenous memiliki kepercayaan kuat yang bersumber dari tradisi dan kearifan lokal warisan keluhuran dari masa ke masa.. Internalisasi kearifan lokal pribumi menjadi kekuatan yang tidak menjadikan masyarakat Indonesia tercerabut dari akar budayanya. Nilai-nilai sebagai manusia indigenous sesungguhnya dapat tertanam dalam segala sendi kehidupan, termasuk perihal kepemimpinan.
Selamat dan semoga amanah, adik-adik pengurus BEM dan HMJ FITK UIN Walisongo.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

@andi_assidqi