Ini ku sebut sebagai ‘Aksi Bela Jurnal’. Tidak bermaksud ikut-ikutan ‘Aksi Bela’ yang lain lho ya, karena momen ini berlangsung lebih dulu pada 1 November 2016. Tidak ada mobilisasi masa, atribut aksi atau ‘megaphone’ (pengeras suara) yang digunakan untuk mempertahankan argumen. Yah tau sendiri lah ya, apa yang akan terjadi jika itu dilakukan didalam ruangan sidang, pasti lucu dan wagu. Sejuk, konstruktif penuh nasihat, meski tetap kritis, dan lepas dari narasi kebencian yang menjatuhkan. Aku yang masih keliru dan salah, dan terkadang musti berbeda pendapat, justru diarahkan & ditunjukkan ‘jalan yang lurus’, bukan dihakimi dengan amarah, atau dengan kekerasan (Baik fisik, psikis ataupun simbolik).
Meski ini baru Jurnal & jalan masih panjang. Terimakasih atas bimbingan & nasihat yang menyejukkanku, bak oase dipadang gersang kekeringan pengetahuanku, Ibu Dr. Nurhayati, M.Hum, Ibu Dr. Deli Nirmala, M.Hum & Bapak Herudjati Purwoko, Ph.D
Tidak ada komentar:
Posting Komentar