Belajar Menulis;*
Kita dihadapkan pada zaman serba bebas merasa benar. Setiap orang merasa memiliki kebenaranya sendiri, & memaksakanya utk menindas yang lain. Penulis & pewarta cenderung melabelkan makna produk & karyanya pada siapa yang berkuasa (ideologi, kekuasaan, & keberpihakan). Tak ayal lahir truth claim atas satu premis & menyesatkan/mengkafirkan yang lain. Memang tidak ada kebenaran objektif seperti kebenaraNya, ia selalu subjektif & inter-subjektif (relasional).
Namun setidaknya, penulis & pewarta menyajikan transkripsinya mendekati sesutu yg netral & independen. Sepertiku saat berjumpa dengan mereka yang bertekad menjadi penulis. Asanya menjadi pewarta yang mampu menebar benih kedamaian dalam keberagaman dan keberagamaan. Pewarta muda yang tidak meminggirkan dan menindas hak-hak minoritas agama, keyakinan, etnis, dan orientasi seksual dengan tuduhan atau label “sesat” dan “menyimpang" dalam tulisanya. Semoga Tuhan memudahkan langkah kita.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar