Pemimpin Perempuan;*
"Bagaimanapun masih baik dan masih beruntung pemimpin yang dilupakan oleh pengikut daripada seorang penipu yang jadi pemimpin yang berhasil mendapat banyak pengikut". Begitu ungkap Pram puluhan tahun lalu, yang kiranya tetap aktual hingga kini, merespon krisis yang dihadapi bangsa ini. Negeri gemah ripah loh jinawi yang tengah sibuk 'membunuh' dirinya sendiri, lewat beragam parodi politik & korupsi berjamaah dari setiap elit kuasanya.
Ada tanya yg menggelitik, saatku berjumpa dengan 130 pemudi tempo lalu, "Apakah kita bisa menjadi pemimpin? Sementara kita hanya seorang perempuan? "
Bagiku, kaum ini sekian lama mendapat beragam kekerasan dari sekitarnya, baik gender, fisik, psikologis bahkan simbolik. Sehingga berujung pada stereotype & stigma yang mendiskreditkan peran luhur perempuan, hanya sebagai 'perhiasan' kaum lelaki.
Pemimpin besar dunia manapun, semua lahir dari rahim & belaian kasih perempuan. Karena ia adalah madrasah yang paling awal mendidik hati, fikir & laku generasi bangsa. Penjaga akhlak, moralitas, etika, penentu karakter & teladan sempurna. Jika kita mampu memberi manfaat bagi sesama, memberdayakan masyarakat, membangun peradaban & kualitas hidupnya, orang tak akan bertanya jenis kelamin kita.
* Pelatihan Kepemimpinan dan Menulis Gubuk Ilmu Sahabat Fikir (GISAF) untuk MA Banat Tajul Ulum, Grobogan, Senin-Selasa (21-22/12/15)
Pemimpin besar dunia manapun, semua lahir dari rahim & belaian kasih perempuan. Karena ia adalah madrasah yang paling awal mendidik hati, fikir & laku generasi bangsa. Penjaga akhlak, moralitas, etika, penentu karakter & teladan sempurna. Jika kita mampu memberi manfaat bagi sesama, memberdayakan masyarakat, membangun peradaban & kualitas hidupnya, orang tak akan bertanya jenis kelamin kita.
* Pelatihan Kepemimpinan dan Menulis Gubuk Ilmu Sahabat Fikir (GISAF) untuk MA Banat Tajul Ulum, Grobogan, Senin-Selasa (21-22/12/15)





Tidak ada komentar:
Posting Komentar